Entah sudah kali keberapa niatku untuk melanjutkan tulisan di blog ini terpental entah kemana. Sepertinya waktuku tak tersisa sedikitpun untuk sekedar menuliskan satu dua kata di dalamnya. Dan tadi siang, di salah satu twitter yang aku follow, tertulis kalimat bijak yang menamparku:

“Untuk melakukan sesuatu sebenarnya selalu ada waktu, yang belum tentu ada adalah kemauan”

Benar saja, semakin aku pikirkan, ternyata kemauanku-lah yang harus aku toyor-toyor untuk kusalahkan. Bagaimana tidak, aku seperti dipermainkan oleh waktu. Sepertinya waktu yang memiliki seluruh hidupku, waktu yang mengatur setiap langkahku. Gila!

Hari ini aku seperti dicambuk untuk merubah mindset-ku selama ini bahwa: Semua telah dikalahkan oleh waktu. Tidak! Tidak semua hal serta-merta bisa dikalahkan oleh waktu. Masih ada ‘kemauan’ yang bisa mengalahkan ‘mengakali’ waktu.

Begitu terlambatnya pemikiran itu dan membuat waktu yang menjadi kendaliku. Padahal seharusnya akulah pengendali waktu.