Category: Otak Kiri Page 1 of 4

Sendiri

Tak perlu terhenti di sisa perjalanan ini, toh, dulu, sekarang atau esok pun kita berada di jalan yang berbeda. Tidak kah batin kita menyadari bahwa ‘sendiri’ adalah abadi?…

Kepentingan

Beberapa hari ini aku berpikir tentang ‘kepentingan’. Kepentingan menjadi semacam tolok ukur paling tinggi untuk menyimpulkan ‘ingin’, ‘harap’, ‘butuh’, ‘pamrih’, dan nilai-nilai mutualisme yang lain. ‘Kepentingan’ ini malah…

Mulut Api

Aku lelah, tapi masih saja memaksa otakku menjaga keseimbangannya dengan segala daya. Sudah 28 jam lebih aku memacu mata dan otak kanan-kiriku untuk merumuskan kaidah-kaidah irasional ke dalam…

Harapan

Pernahkah engkau berharap akan sesuatu? Konon, harapan adalah konsep mentah semangat yang masih menempel di kamar-kamar otak kita. Sekali kita membukakan pintu untuknya keluar, maka harapan itu berangsur-angsur…

Sembilu

Ada yang tidak mungkin aku tinggalkan begitu saja di setiap jejak nafas yang engkau sisakan. Sepertinya keadaanmu saat ini telah menjadikanku pelakon monolog yang layak diolok-olok oleh kerinduan…

Pagi Tadi

Aku duduk di desakan penumpang trans Jakarta pada jam kerja. Terbelalak aku pada buku lama Agus Noor yang membuatku merasa waktu terpotong lebih pendek? Menyenangkan sekali berpura serius membaca,…

Imajinasi, Fantasi dan Tokay Kambing

Imajinasi dan fantasi seperti menjadi bagian terpenting dalam hidupku. Kadang-kadang keduanya munculkan persepsi yang bias di kepalaku. Jangan tanya tentang apa, karena semua bisa saja berseliweran di kepalaku….

Kancut Putih

Lebih dari tiga puluh lima tahun aku tidak pernah memakai kancut (celana dalam) warna putih. Samar-samar aku ingat terakhir kali memakai kancut putih…mmm…saat umur 4 sampai 5 tahun!…

Keilmuan

Derajat keilmuan adalah segalanya. Inilah yang selama ini menyelimuti hiruk pikuk pikiran manusia sedunia. Keilmuan yang mampu ciptakan apapun yang diimpikan, keilmuan yang mampu berikan apapun yang ingin…

Tapi Kau Bisu

Seringkali ketika seseorang dengan penuh cinta tertinggal di padang yang sepi dan sendiri, tubuh dan ruhnya tak lagi menyatu. Buliran kerikil terinjak kaki dekil tak lagi memberi kepedihan…